Rapat Koordinasi Evaluasi Kegiatan Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene.

Kewaspadaan dan langkah antisipasi terus di tingkatkan Pemerintah Kabupaten Majene sekaitan dengan pandemi covid 19. Per 30 April malam positif covid 19 di Sulbar telah mencapai 42 orang, meski penambahan pasien positif terdapat di daerah lain di sulbar.

Bupati Majene Fahmi Massiara sebelumnya sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan kinerja tim gugus tugas covid 19 disetiap tingkatan termasuk para relawan di Majene. Saat ini katanya penting untuk menyikapi setiap perubahan situasi. Majene sudah lebih dulu memiliki pengalaman pasien corona dan telah dinyatakan sembuh, namun keadaan telah berbalik, daerah lain di Sulbar mengalami shock dengan lonjakan jumlah pasien positif corona dan bahkan ada yang meninggal dunia. ” kita perlu menyikapi suasana lokal yang menimbulkan kerawanan, persoalan yang muncul adalah kepanikan itu yang harus kita jaga” ucap Fahmi saat rapat koordinasi evaluasi Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene Selasa 30 April malam.

 

Rapat dilaksanakan dengan tetap mengedepankan psyical distancing, di ruang pola kantor Bupati Majene. Para peserta rapat, diantaranya Wakil Bupati, Dandim 1401, Kapolres Majene, pimpinan OPD yang masuk dalam tim gugus tugas.Wakil Bupati Majene yang memimpin rapat tersebut mengatakan, perlu memperketat mobilisasi masyarakat dari luar Majene. Apalagi jika ada warga yang berasal dari zona merah.

Dandim 1401 Yudi Rombey mengatakan masih banyak masyarakat yang membandel, ia mengusulkan agar membatasi aktivitas pegawai asal kabupaten tetangga di Majene. ” kami usul kalau ada ASN asal kabupaten lain yamg bekerja di Pemda Majene untuk sementara tidak diwajibkan untuk hadir atau masuk kantor”

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji menilai masyarakat Majene saat ini beranggapan tidak ada korban, malam malam berkumpul bahkan ada beberapa Masjid yang menggelar sholat berjamaah “bahkan ada yang mematikan lampunya seolah tidak ada aktifitas padahal didalam sholat” ucapnya.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, seperti penjagaan ketat bagi warga pendatang termasuk yang berasal dari zona merah dan daerah lainnya. Warga asal zona merah yang bekerja di Majene bisa saja diliburkan untuk sementara waktu, merancang sosial distancing di pasar tradisional, pembatasan jam operasional toko ritel di Malunda, sosialisasi protokol kesehatan secara efektif, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait maklumat MUI, serta proges realiasasi uang lelah bagi para tim.

 

🔥185

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here