Bupati Majene Fahmi Massiara mengapresiasi seluruh petugas yang berada pada posko perbatasan Majene – Polman dan perbatasan Majene – Mamuju, yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Mereka berjibaku bahu membahu dalam menjaga dilini perbatasan, sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kab. Majene. Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan kegiatan pembatasan pergerakan orang di perbatasan untuk Majene – Polman Senin 25 Mei 2020.

Sementara itu terkait opsi perpanjangan masa pembatasan pergerakan, Fahmi mengatakan akan membicarakan dengan unsur Forkopimda Majene beserta Tim Gugus Covid-19 Majene. Setelah itu akan di evaluasi titik kelemahan dan keuntungan dari upaya pembatasan pergerakan ini.” Nanti kita lihat bagaimana urgensi dan efektifitasnya dan dampak yang ditimbulkan” jelasnya.

Ia juga mengatakan, dari hasil perbatasan pergerakan selama 4 hari, setidaknya bisa merubah mind set masyarakat untuk tetap bisa mematuhi protokol kesehatan covid-19.
Pemerintah Kabupaten Majene bersama unsur Forkopimda Kabupaten Majene, Tim Gugus Covid-19 Majene serta segenap petugas perbatasan menyampaikan permohonan maaf kepada semua warga atas ketidaknyamanan selama pelaksanaan masa pembatasan pergerakan ini.

Ikut bersama Bupati, Kepala BPBD Majene, Kadis Sosial, Kabag. Protokol & Komunikasi Pimpinan serta Jubir Tim Gugus Covid-19 Majene.

 

 

🔥161

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here