Penyerahan Stimulus UMKM di Kecamatan Tubo, Ulumanda dan Malunda

Pemerintah Kabupaten Majene kembali menyalurkan Stimulus Modal Usaha untuk para pelaku UMKM di tiga kecamatan tersisa, yakni Kecamatan Tubo, Ulumanda dan Malunda. Penyaluran di laksanakan Kamis 2 Juli kepada para UMKM di tiga kecamatan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Busri K yang mewakili Bupati Majene menjelaskan kepada penerima manfaat, bahwa BLT dan Stimulus UMKM peruntukannya berbeda. BLT dipergunakan untuk membiayai kebutuhan dasar khususnya pangan, namun untuk Stimulus UMKM digunakan untuk modal usaha, sehingga di harapkan bantuan tersebut dipergunakan sesuai peruntukannya.

Ia juga menjelaskan untuk ketersediaan program stimulus modal usaha bagi UMKM berkisar Rp. 1.185.000.000. Dengan jumlah tersebut tidak mencukupi untuk didistribusikan kepada seluruh pelaku usaha khususnya UMKM yang ada di Majene. Apalagi sejak adanya recoffusing anggaran untuk penanganan covid 19 di Majene maka secara otomatis ikut berdampak pada program tersebut karna mengalami pemotongan. Untuk itu, para penerima Stimulus modal usaha UMKM tahun ini, diambil dari database pada tahun 2018-2019.

Mantan kadis PTSP ini juga mengatakan, untuk penyaluran tahap pertama kelengkapan data masih diberi kelonggaran,namun untuk tahap akhir akan di awasi oleh Inspektorat, Kejaksaan, Polres,BPK dan BPKP. “ harus digunakan untuk modal usaha, karna ini bersumber dari APBD maka akan di awasi oleh lembaga terkait “ ucapnya.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Majene Abdul Rahim ikut menjelaskan,bahwa kedepan pengawasan terhadap setiap bantuan kepada masyarakat akan di perketat. Hal tersebut sesuai peraturan no 12 tahun 2017, dimana kepala daerah dibantu pengawas internal harus mengawasi penyelengaraan pemerintahan termasuk di Desa. Pengawasan tersebut bukan hanya Inspektorat tapi juga pengawasan eksternal. Sekalipun dalam kondisi covid 19, semua pertanggung jawaban program kegiatan harus mengacu pada aturan, termasuk penerima manfaat harus memahmi segala aturan dan petujuk tentang kegiatan. “ kami bukan untuk menakut nakuti,tapi mengingatkan dan menjalankan fungsi pencegahan “ ucapnya. Mantan Kabag Humas Setda Majene itu juga menghimbau, agar masyarakat mengingatkan sesuai petunjuk, menyimpan nota pembelian barang yang akan jual sehingga saat ada pemeriksa bisa ditunjukan.

Turut hadir Inspektur Inspekorat, Kadis Kesehatan, Kepala Bapeda, Kadis Perhubungan dan Kabag Prokompi Setda Majene.

🔥243

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here