Pencanangan Kampung KB “Sipamalawa” Desa Seppong Kec. Tammero’do

Desa Seppong Kecamatan Tammerdo’do menjadi salah satu Desa yang masuk dalam pencanagan Kamung KB. Kamis 9 September 2021, bertempat di lapangan olahraga Desa Seppong, Bupati Majene Andi Achmad Syukri secara resmi mencanangkan Kamoung KB “Sipamalawa” yang turut di hadiri Ketua TP. PKK, Kepala Perw. BKKBN Sulbar, Kadis. PP & KB Majene, Kadis. Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Plt. Kadis. Pendidikan, Camat Tammero’do, Plt. Camat Banggae Timur Kapolsek Sendana Danramil, Kades. Seppong dan Kades se Kec. Tammerodo dan Kepala UPTD KB.

 

Kades Seppong Mawardi menjelaskan potensi yang dimiliki desanya yang dinilai sangat terintegrasi dengan pencanangan kampung KB. Seperti penaganan stunting yang melibatkan semua stakeholder. Kemudian berhasil mendapatkan penghargaan dari Bupati Majene sebagai Desa Replikatif penanganan stunting tahun 2021. “Inilah salah satu potensi sehingga pencanangan Kampung KB sangat terintegrasi dengan semua lini, terutama dalam hal pengendalian penduduk ” ujanya.

Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Majene dr. Hj. Wahida mengatakan Desa Seppong ditunjuk sebagai Kampung KB pasalnya di tahun 2019, desa tersebut masuk sebagai Lokus Stunting. Pasalnya di Kecamatan Tammerodo baru dua desa yang terkena lokasi Kampung KB yaitu di Desa Awo dan Desa Tammerodo, sehingga Dinas PP & KB Majene menunjuk Desa Seppong sebagai lokus di tahun 2021.
Ia berharap  kehadiran Kampung KB tersebut akan menggali potensi desa yang lebih berkembang dan bermuara pada peningkatan kualitas kesejahteraan kehidupan masyarakatnya sendiri.

 

 

Sambutan Ka. BKKBN Sulbar M. Yamin menyebutkan Kampung KB “Sipamalawa” desa Seppong merupakan pencanagan yang ke 32 se kabupaten Majene dari 177 Kampung KB se Sulbar. Ia berharap kedepannya semua kampung KB harus memiliki rumah data kependudukan.” dari situlah akan terpampang berbagai potensi dan potret tentang data kependudukan desa tersebut ” jelasnya.

Bupati Majene Andi Achmad Syukri sangat mengaprseasi kegiatan  yang telah dicanangkan tersebut, terutama dasar pelaksanaan program kependudukan dan KB yang tidak terbatas pada masalah pembangunan dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut masalah pengendalian penduduk.

Kampung KB merupakan wilayah yang setingkat dengan RW atau Dusun yang memilki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan KB dan Pemberdayaan keluarga dengan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistematis.
Keluarga sebagai masyarakat terkecil, idealnya harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang harmonis, Peran orang tua sebagai figur dihadapan anak anak harus mampu menjadi panutan dalam keluarga. ” tidak ada lagi istilah banyak anak banyak rejeki, justru sekarang banyak anak banyak resiko. Hidup itu banyak resiko, oleh sebab itu semuanya harus direncanakan, mau nikah juga harus direncanakan, itulah yang dinamakan berencana supaya masyarakat sejahtera ” sebut Bupati.

🔥68

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here