Seminar 4 Pilar, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal  IKA

Selama pelaksanaan cerdas cermat empat (4) pilar ( Pancasila, Undang – Undang 1945, NKRI, Bhineka Tunggal IKA) di DPD RI, prestasi keikutsertaan siswa siswi asal Majene di ajang nasional tersebut dianggap belum membanggakan. Dari beberapa kali pelaksanaan, Majene hanya mampu finish di 30 besar di tahun 2011 yang di wakili oleh SMA N 1 Majene dan belum pernah keluar sebagai juara.  Asri Anas Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat mengatakan seharusnya prestasi anak – anak sulbar bisa jauh lebih baik, jika diberikan persiapan yang matang terutama kerja keras siswa sisiwi dalam hal pembelajaran. Rumusnya sederhana, kata Asri, selain rajin belajar dan rajin membaca para siswa siswi juga harus mengurangi kebiasaan menonton sinetron di TV.“ Rumusnya sangat sederhana harus lebih rajin membaca dan belajar dibanding nonton sinetron, bisa tidak ??” ujar Asri Anas, saat memberikan motivasi kepada ratusan perwakilan siswa – siswi SMA se Kab Majene melalui kegiatan seminar empat pilar bekerja sama dengan MPR RI dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kab Majene, yang dilaksanakan di ruang pola kantor bupati Majene 31 Maret 2017.

Untuk itu ia berharap, kedepan prestasi siswa siswi di Sulbar khususnya Majene harus lebih bagus. Apalagi Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan di Sulbar yang membutuhkan kualitas kependidikan yang sepadan dengan predikat tersebut. Pemerintah daerah dan provinsi Sulbar harus semangat dalam mendorong suasana pendidikan yang lebih maju dan ini masih menjadi pekerjaan rumah kedepan. Selain itu, instrumen lain yang perlu di genjot yakni dukungan sosial masyarakat yang menjadi supporting atas kemajuan pendidikan di Majene. “ tidak bisa juga Majene di sebut kota pendidikan kalau masyarakatnya tidak bisa menjadi supporting luar biasa atas kemajuan pendidikan di daerahnya, termasuk instrumen lain seperti siswa , guru tenaga pengajar dan dosen masa disebut kota pendidkan baru pelajarnya tidak jago – jago pintar pintar ”  ungkap Asri.

Wakil Bupati Majene Lukman yang turut hadir mengatakan seumbangsi fikiran dan ide – ide khususnya dalam hal kependidikan sangat dibutuhkan Majene saat ini. kontribusi tersebut bisa datang dari mana saja, jika hal tersebut dibutuhkan dan sesuai dengan permasalahan pendidikan yang ada di Majene , maka pemerintah daerah tentu akan membrikan respon yang positif. “ kita ini masih butuh kontribusi pemikaran dan ide, sebagai kota pendidikan Majene memang harus memperlihatkan kemajuan dalam hal sistem kependidikan dan juga kualitas sumber daya manuasianya”  jelas Lukman.

Seminar yang digelar satu hari tersebut, juga di hadiri kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Anshar Malik dan juga wakil kepala sekolah SMA N 1 Majene Kamaluddin.

🔥43

2 KOMENTAR

  1. .jangan siswa-siswi nya donk yang diminta/diharap untuk mngurangi porsi nonton sinetronnya.., knapa bukan pihak perfilman indonesia yg dikritik.., kan asal mulanya dari sono.. trims

    • Terima kasih kunjunganya Phyank gagah ke web kami. semoga kedepan para sineas ataupun pekerja sinetron giat melakukan perbaikan terutama dalam kualitas cerita dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here