Rakor / Evaluasi Program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai Musim Tanam  Oktober – Maret 2016/2017 dan Target Musim Tanam April – September 2017 di Kab Majene.

Berdasarkan hasil Rakornas 2016 – 2017 terkait target luas tanam (Ha) upaya khusus padi, kabupaten Majene ditarget, tanam panen dan produksi padi seluas 5.494 Ha. Target tersebut di bagi dalam dua periode musim panen, yakni oktober – maret (2016-2017) dengan luas 4.344 Ha dan periode april – september 2017  seluas 1.150 Ha.

Untuk capaian target luas tanam periode oktober maret, realisasi luas tanam di angka 99,35 % atau 4.097 Ha dari target luas tanam 4.124 Ha. Sementara untuk realisasi tanam panen dan produksi jagung periode oktober – maret, telah mencapai 1.809 Ha untuk luas lahan, 1.719 Ha luas panen dan  6.703 ton hasil produksi.

Bupati Majene Fahmi Massiara saat Rakor evaluasi upaya khusus padi, jagung dan kedelai tingkat provinsi Sulbar, yang di gelar di ruang pola kantor bupati Majene 21 april kemarin mengatakan, untuk mencapai target tersebut intensitas tanam padi  di upayakan dua kali dalam setahun pada lahan cetak sawah.  Menurutnya hal ini juga di dukung ketersediaan air yang mencukupi untuk melakukan penanaman. Selain itu juga, masyarakat petani sebagian besar telah melakukan budidaya tanaman padi dan jagung sesuai teknis bercocok tanam. Mulai dari pemupukan yang berimbang, hingga pengendalian hama penggunaan benih bermutu. “ berdasarkan data BPS sektor pertanian memberikan kontribusi PDRB sebesar 47,5 persen. Begitu pula komoditas padi dan jagung di upayakan meningkat produksinya dengan cara perluasan areal dengan melakukan cetak sawah baru, sehingga luas tambah tanam baik padi maupun komoditas jagung dapat di tingkatkan “ terang Fahmi.

Untuk itu ia juga berharap, rakor yang dilaksanakan hari ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi capaian musim tanam oktober – maret , namun juga menjadi rujukan dan rekomendasi musim tanam april – september 2017.

Arifin Tasrif  Pj Upsus Provinsi Sulbar menjelaskan strategi untuk mencapai target luas tanam upaya khusus padi, dapat dilakukan dengan menggerakan para kelompok tani untuk melakukan pengolahan tanah, menanam kembali yang telah panen melalui pendampingan dari penyuluh. Selain itu bisa juga dengan memaksimalkan lahan – lahan yang masih tersedia atau lahan tada hujan, hasil cetak sawah baru tahun 2016, lahan kering dan lahan tidur. “ juga sangat penting memaksimalkan pencatatan dan pelaporan LTT baik KCP, Babinsa dan BPS kabupaten dan juga persoalan ketersediaan air untuk luas tanam april – mei nanti” jelas Arifin.

Hadir dalam Rakor tersebut, Kapus Kepatuhan Kerjasama Informasi Pekarantinaan Badan Perkarantinaan Nasional Kementrian Pertanian RI, Danrem 142 Taro Ada Taro Gau, Kadis Pertanian Provinsi Sulbar, Kepala Karantina Sulbar, Kepala LPTP Wilayah Sulbar, Para Dan Dim  Se Sulbar, Kabiro Pusat Statistik Prov Sulbar,  Kadis Pertanian se Sulbar, para Babinsa dan Kordinator penyuluh pertanian lapangan/ Mantri tanise Kab Majene.

🔥189

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here