Usai menggelar panen udang, petani tambak desa Lombong Timur dan Lombong Induk kecamatan Malunda,  menggelar syukuran 23 april minggu kemarin. Syukuran panen udang tersebut sudah yang keduakalinya dilaksanakan, yang juga melibatkan dua desa bertetangga tersebut. Menurut laporan panitia ada sekitar 100 petani tambak yang aktif, dengan mengelola sekitar enam hektar tambak. Petani membudidayakan udang dan juga ikan bandeng. Ketua panitia Rahman Rasyid menjelaskan, meskipun petani tambak telah menuai hasil pasca panen kemarin, namun masih ada kendala yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunyan normalisasi sungai  di sekitar area tambak, khususnya pada musim timur saat ini, dimana debit air ketambak sangat kurang, sehingga normalisasi air sungai merupakan solusi yang baik itu memperlancar keluar masuknya air. Selain itu, masalah lain, yakni jembatan di area tambak yang perlu di perbaiki, juga masalah permodalan, sarana penunujang lainya seperti pompa air dan sumur bor. “ kalau harapan kami ini   bisa di penuhi,  kami yakin bisa menghasilkan produksi udang dan ikan yang lebih banyak lagi “ jelas Rahman.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir mengatakan,  dalam setiap aktivitas apapun manusia senantiasa harus bersyukur. Saat manusia bisa bersyukur maka Allah SWT akan menambahkan rezkinya berkali – kali lipat. Dalam hal ini Fahmi menjelaskan, meskipun hasil panen dianggap belum menggembirakan, hal tersebut tetaplah harus disyukuri. Jika masih ada keluhan khususnya masalah permodalan dan sarana infrastruktur lainya, tentu memiliki mekanisme  yang selama ini berlaku. “ permohonan bantuan itu sangat banyak makanya ada sistem atau meknisme yang diterapkan, karna tidak semua permohonan tersebut bisa diselesaikan dalam satu waktu, untuk ada mekanisme seperti melalui jalur musrenbang di tiap tingkatan” terangnya.

Sejak Kementrian Perikanan dan Kelautan memberikan  keluasan kepada daerah dalam hal mengelolaan dan peningkatan  hasil laut, maka secara otomatis untuk tiap permohonan sarana dan prasarana menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Pemda kata Fahmi hanya memberikan usulan rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah Provinsi Sulbar. Meski demikian untuk program peningkatan produktivitas hasil laut dan juga tambak masih menjadi kewenangan daerah. Pemda akan berupaya menyediakan pembibitan juga pengembangan perluasan areal tambak baru” untuk meminta kapal atau perahu mau itu 10 Gt, 20 , 30 semuanya sudah tidak bisa lagi melalui APBD Majene karna hal itu telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, tapi untuk pembibitan hingga perluasan cetak tambak baru, kita terus upayakan dan telah di programkan” terang Fahmi di hadapan masyarakat petani tambak.

Hadir dalam acara tersebut, kepala dinas perikanan dan kelautan Majene, kapolsek Malunda, Danramil, tokoh masyarakat dan agama setempat, kepala desa Lombong Timur dan Induk beserta seluruh masyarakat desa Lombong timur dan Induk.

 

🔥228

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here