Pelantikan & Pengukuhan Pengurus DPD PPNI Kab Majene Masa Bakti 2017 – 2020

Ketua DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadilah SKP, SH mengatakan, menjadi seorang pengurus PPNI bukanlah semata hanya mengejar prestise, namun merupakan amanah yang harus di laksanakan. Untuk ia berharap agar pengurus organisasi yang telah berumur 42 tahun tersebut tidak menjadi pengurus “taplak meja”. Dalam artian kehadiran para pengurus organisasi baru akan nampak jika hanya ada acara seremony semata, sementara tugas pokok sebagai penggerak organisasi di kesampingkan. “ jangan menjadi pengurus taplak meja, kenapa saya bilang begini karna baru akan terlihat ketika ada acar seremony saja” jelas Harif pada acara pelantikan pengukuhan DPD PPNI Kab Majene masa bakti 2017 – 2020, yang berlangsung di Aula LPMP Sulbar 30 april.

Menurutnya, seoang perawat seharusnya ikhlas dan berkorban dalam menjalankan tugasnya. Jika hal itu dilakukan, maka Insha Allah akan dicatat amal baiknya dan Allah SWT akan menggantinya dimasa yang akan datang. Dalam kesempatan itu juga, DPP meminta agar kedepannya pemerintah daerah Majene bisa mengakomodir keberadaan perawat Majene yang berstatus honorer dan sukarela untuk di prioritaskan sebagai ASN kelak.

Ketua DPD PPNI Kab Majene M Wahidin yang telah dilantik beserta seluruh pengurus PPNI lainya, berkomitmen untuk bekerja dengan baik dan menyehatkan masyarakat Majene kedepanya. PPNI Majene yang memiliki  peserta yang terbesar di Sulbar juga berupaya membantu pemerintah daerah dengan bekerja optimal khususnya dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai prinsip MP3, yakni Majene profesional, proaktif dan produktif.

Bupati Majene Fahmi Massiara  yang turut hadir mengatakan, bahwa menjadi seorang perwat tidak berlaku bagi sembarang orang. Seseorang harus memiliki sikap sosial tinggi dan tanpa keterpaksaan. Seorang perawat katanya juga,  harus memiliki hati yang lembut mengingat yang dihadapi adalah orang – orang yang sakit dan juga rewel dalam hal apapun. “  kalau ada  keinginan untuk menjadi perawat, jangan karna terpaksa karna yang kita hadapi adalah semua orang sakit bukan orang sehat, orang sakit pastinya rewel dan  banyak maunya” terang Fahmi.

Terkait harapan PPNI untuk mendorong uoaya mengakomodir keberadaan perawat Majene diangkat sebagai ASN. Bupati mengatakan, dengan jumlah perawat yang mencapai 81 ribu perawat, tidak berbading lurus dengan kekuatan penganggaran pemerintah karna adanya keterbatasan. Meski demikian ia berharap kedepan kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan tenaga kesehatan sebagai ASN, profesi perawat bisa dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan.

🔥391

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here