2018, Pemda Realisasikan Gedung Perpustakaan Daerah

0
844

Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017

Pemerintah daerah kabupaten Majene menargetkan  pembangunan gedung perpustakaan daerah  akan direalisasikan paling lambat 2018 mendatang. Selama ini perpustakaan daerah selalu menjadi sorotan, mengingat kondisinya yang tidak representatif dan masih menumpang di lantai dua gedung  serbaguna Assamalewuang. Hal ini pula lah yang menjadi aspirasi puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi pemuda peduli pendidikan yang menggelar demonstrasi di kantor bupati Majene sekaitan dengan hari pendidikan nasional 2 mei 2017.

Sekertaris daearah kabupaten Majene Syamsiar Muchtar yang menerima perwakilan mahasiswa tersebut mengatakan, rencananya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan   kabupaten Majene akan ditempatkan di bekas kantor SKB Majene yang lokasi berdekatan dengan SMK 2 dan SMP 2 Majene. “ Paling lambat 2018, gedung akan dibangun mengenai teknis bangunanya tentu sudah ada merancang kita sisa tunggu realisasinya seperti apa “ Syamsiar juga siap bertandatangan mewakili pemerintah daerah bahwa paling pembangunan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan paling lambat berjalan di 2019 mendatang.

Selain itu terkait persoalan pemerataan guru yang konon menumpuk di area perkotaan. Syamsiar menjelaskan, pihaknya telah melakukan sidak terhadap sekolah sekolah yang ada di kecamatan. Ditemukan ada guru – guru yang hampir setahun tidak pernah melaksanakan tugasnya. Terkait hal itu, Majelis kede etik pemda Majene telah melakukan sidang dan memvonis oknum guru tersebut. hasilnya tujuh orang dinyatakan terbukti indisipliner dan di jatuhi sangksi penurunan pangkat satu tingkat kebawah.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ashar Malik yang juga hadir dalam ruangan tersebut juga mengatakan, bahawa kelebihan guru di kota jumlahnya tidak signifikan. Di kecamatan banggae timur hanya 8 orang dan kecamatan banggae 10 orang. Sesuai dengan hasil kajian, Majene masih kekurangan 300 guru dan saat ini masih dalam proses analisa, guru – guru mana yang akan dipindahkan di kecamatan.

Adanya tudingan penyalahgunaan dana bos di sekolah sekolah oleh mahasiswa, Ashar Malik menjelaskan, bahwa selama ini transfer dana bos masing – masing diterima di rekening sekolah masing- masing. Hingga saat ini kata Ashar, belum ada laporan hasil audit inspektorat dan BPK terkait temuan penyalahgunaan anggaran dan bos. “ kalau ada pasti sudah di tindaki, karna memang sifanya dana bos itu transparan, pengunaanya bisa dilihat sendiri dipapan informasi sekolah yang dipajang” jelasnya.

Asisten satu bidang pemerintahan Burhanuddin yang juga manta Kadis Pendidikan Majene mengatakan, sebaiknya atas tiap isu ataupun informasi yang diterima oleh mahasiswa harus disertai dengan data yang jelas. “Kalau ada penyimpangan yang ditemukan tentu akan sangat berguna jika didukung data yang ada, kami pasti bertindak jika itu memang ada “ jelasnya.

🔥147

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here