Sidang Paripurna Penyampaian  Rancangan Kebijakan Umum APBD & Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Tahun Anggaran 2018.

Berdasarkan arah kebijakan pembangunan kabupaten Majene tahun 2018 mendatang, ada tiga program wajib yang juga merupakan gambaran berbagai permasalahan dan tantangan yang harus di selesaikan. Wakil bupati Majene Lukman menjelaskan tiga program wajib tersebut diantaranya program masyarakat cerdas, program masyarakat sehat dan program peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Sementara untuk program prioritas diantaranya program revolusi hijau dan pengembangan agroindustri, program revolusi biru dan pengembangan mainindustri, program revolusi kebudayaan dan kepariwisataan dan pengembangan industri kerajinan kreatif dan program masyarakat terampil. Untuk program pendukung diantaranya penciptaan masyarakat bermoral dan berbudaya, peningkatan komptensi aparatur, reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur penunjang perekonomian produktif dan pembangunan infrastruktur penunjang kualitas hidup masyarakat. Lukman jelaskan saat sidang paripurna  penyampaian rancangan kebijakan umum APBD & prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun anggaran 2018, 4 juli di kantor DPRD Majene.

Dari gambaran kebijakan pembangunan tersebut, akan di tindak lanjuti dalam dokumen prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2018, yang memuat tentang gambaran jumlah kemampuan dana yang di miliki oleh pemerintah daerah, dimana tiap kebijakan belanja daerah perlu di lakukan identifikasi berdasarkan urutan prioritas. Hal ini dilakukang mengingat keterbatasan daerah untuk membiayai dan mengakomodir usulan belanja dari perangkat daerah baik itu pendapatan maupun pengeluaran.

Sebagai informasi pendapatan daerah berdasarkan kebijakan umum APBD tahun 2018, di target sebesar Rp. 660 Milyar lebih belum termasuk asumsi dana alokasi khusus. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp 62 Milyar lebih, Dana Perimbangan Rp 532 Nilyar lebih dan lain – lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 65 Milyar lebih. Belanja daerah ditaregt Rp.660 Milyar lebih yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.450 Milyar lebih, belanja langsung sebesar Rp 220 Milyar lebih dan belanja langsung Rp 210 Milyar lebih. Jumlah belanja yang ditargetkan tersebut akan di gunakan dalam pembiayaan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah dalam satu periode anggran.

🔥103

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here