Perayaan Proklamasi Hari Kemerdekaan Refublik Indonesia ke 72, Tingkat Kabupaten Majene

Di sela perayaan proklamasi kemerdekaan RI ke 72 tingkat kabupaten Majene, sejumlah bantuan kembali diserahkan bupati Majene. Selain memberikan bingkisan kepada para legiun vetran,  bantuan sosial berupa  kursi roda juga di serahkan bagi masyarakat menyandang disabilitas. Ada tiga orang yang menerima bantuan tersebut, mereka diantaranya Nursiah warga Simullu,  Nuraisyiah warga passarangan desa Tallu Banua Utara dan Siti Fatmah warga Rangas Timur. Untuk bantuan tersebut, seluruhnya berasal dari dana APBD kabupaten Majene.

Tidak hanya itu, juga dilakukan Lounching program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2017. Untuk program tersebut, Bupati Majene menyerahkan secara simbolis kartu kelauarga sejahtera (KKS). Mereka yang menerima diantaranya, Rospiati warga Tanangan, Jumiati warga Tanangan Baru dan Hasnur warga Tanangan Barat. Selain bupati Majene turut hadir pimpinan Bank Mandiri cabang Pare-Pare. Bank Mandiri merupakan Bank yang di percayakan pemerintah sebagai penyalur dana PKH.

Sebagai informasi, jumlah masyarakat miskin Majene yang di akomodir dalam progtram tersebut, berjumlah 5.484 kepala keluarga. Jumlah tersebut merupakan total dari jumlah warga yang tersebar di  delapan kecamatan, 62 desa dan 20 kelurahan. Bantuan yang berasal dari program Kemensos RI berjumlah Rp. 2.872.500.000,00, dengan rincian ibu hamil 173 orang, jumlah balita 3.639 orang, jumlah apras 667 orang, anak SD 7.087 orang, anak SMP 3.210, anak SMA 1.791, Lansia sebanyak 283 dan jumlah penyandang disabilitas besar yakni 75 orang.

Bupati Majene Fahmi Massiara  mengatakan, seluruh bantuan baik yang bersumber dari APBD dan APBN merupakan upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat. Semoga dari program tersebut akan berdampak positif khususnya dalam perbaikan perekonomian masyarakat.

Pagelaran Teatrikal I Calo Ammana Wewang di Pentaskan di HUT RI KE 72

Sementara itu sebelum melaksanakan upacar detik – detik proklamasi RI tingkat Kabupaten Majene, peserta dan undangan upacara terlebih dahulu di suguhi pagelaran teatrikal oleh 80 pelajar dikabupaten Majene. Mereka mementaskan kisah heroik pahlawan asal Mandar I calo Ammana Wewang dalam kegigihanya melawan kolonial Belanda. Ratusan pasang mata fokus menyaksikan aksi teatrikal yang berlangsung selama 45 menit.

 

 

🔥143

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here