Pengembangan Kapasitas  Bidang P4GN di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Majene Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulbar.

Mengingat tingginya penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulawesi Barat, maka setiap unsur pendidik termasuk para dosen di harapkan ikut terlibat dalam kampanye bahaya narkoba kepada mahasiswanya. Rektor universitas Sulawesi Barat Aksan Jalaluddin mengatakan, para dosen sebaiknya memberikan pemahaman bahaya narkoba sebelum memulai pelajaran di kelas. Cukup lima menit sebagai pengantar setelah itu dilanjutkan dengan materi perkuliahan. “hal ini berfungsi sebagai  pencegahan,   dosen – dosen ini bisa terlibat mempercepat pencegahan penganggulan narkotika dengan memanfaatkan interaksinya dengan mahasiswa  ini menjadi pengembangan diseluruh dunia,  selalu memberi atensi bahwa jangan coba –coba bawa narkoba “ jelas Aksan  saat acara pembembangan bidang P4GN di lingkungan pendidikan kabupaten Majene BNNP Sulbar di aula hotel villa bogor 12 april 2018.

   

Acara yang juga di hadiri para civitas akademika Unsulbar, mendapat respon positif dari Bupati Majene Fahmi Massiara. Dengan keterlibatan para tenaga pendidik akan membantu upaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. BNK selalu memprogramkan kampanye bahkan tes urin dibeberapa instansi, namun semuanya membutihkan biaya yang tidak sedikit.” Kalau tadi rektor pada pembukaan, menyarakankan agar  mengambil lima menit untuk bahaya narkoba, kita sangat setuju, karna secara kelembagaan sangat terbatas harus ada penyambung dari luar harapan kita mudah-mudahan apa yang kita lakukan akan mebuahkan hasil kabupaten Majene” jelas Fahmi.

Sementara itu Kepala BNNK Sulbar Brigjen Pol Ferry Abraham mengatakan, pengguna narkoba biasanya bertumbuh sebagai perokok aktif.  Dimulai dari coba-coba merokok, sampai jadi perokok, kemudian naik tingkatan lagi ingin mencoba narkoba, kemudian menjadi pengguna bahkan berpotensi besar menjadi bandar. “  pengguna narkoba biasanya bertumbuh dari seorang perokok, d mulai dari coba –coba merokok sampai mencoba-coba narkoba.” Terangya. Indoensia merupakan negara yang darurat narkoba, untuk itu ia berharap agar para dosen di Sulbar ikut menjadi bagian dari upaya mencegahan khususnya bagi anak muda, pelajar dan mahasiswa.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan MOU pencegahan narkoba dalam lingkungan pendidikan antara BNNP Sulbar dan Rektor Unsulbar yang disaksikan Bupati Majene Fahmi Massiara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here