Bupati Majene Fahmi Massiara bersama 18 bupati/walikota  di undang Presiden Refublik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara  kepresidenan pada 5 juli 2018. Tidak hanya bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut, Fahmi dalam press releasenya menerangkan, di kesempatan itu mereka juga menggelar pertemuan terbatas yang dibagi dalam dua sesi. Fahmi beserta yang lainya diterima Jokowi seusai istirahat siang pada pukul 14.00 WIB. Dalam suasana santai, Jokowi mendengarkan seluruh “keluhan” para bupati/walikota secara bergantian, kata Fahmi Jokowi bahkan menuliskan sendiri melalui notebooknya.

Ia juga menjelaskan, dominan ia mengangkat  persoalan Majene sebagai pusat pendidikan. Keberdaan Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) sebagai universitas negeri pertama di Sulbar masih memerlukan banyak pembenahan. Selain masalah gedung perkualiahan akses jalan menuju kampus juga perlu perhatian pemerintah pusat.” Saya  juga sampaikan bahwa UNSULBAR sudah 10 tahun berjalan, tidak ada pembangunan fisik, gedung perkuliahan Pemda yang fasilitasi seperti rektorat dan tempat kuliah, sementara mahasiswanya bertambah terus dan sudah ribuan” ungkapnya.

Tidak hanya itu Ia juga menyampaikan kepada presiden beberapa regulasi yang awalnya menjadi domain pemerintah daerah kini di tarik  dan menjadi kewenangan pemerintah propinsi, seperti perikanan tangkap, kehutanan, pertambangan dan pendidikan.

Pertemuan yang di gelar selama tiga jam itu, di gelar dengan gaya santai dan bercanda ala Jokowi. Para bupati/walikota  juga di jamu dengan makanan khas daerah di Indonesia seperti sate lontong dan bakso.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here