Kasus kematian ibu di Kabupaten Majene untuk tiga tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung mengalami peningkatan. Di tahun 2016 ada delapan kasus, tahun 2017 sebanyak 5 kasus dan tahun 2018 mengalami peningkatan 100 % yakni 10 kasus. Untuk tahun 2019 hingga akhir Februari ini, sudah mencapai 2 kasus kematian ibu. Wakil bupati Majene Lukman mengatakan, dengan tren peningkatan kasus kematian ibu yang terus meningkat, ia khawatir jumlahnya akan mencapai 12 kasus di tahun 2019 atau setiap bulan ada satu kasus kematian. Satu ibu yang meninggal karna melahirkan, maka akan mempengaruhi angka harapan hidup di Majene dan hal tersebut menjadi parameter keberhasilan pemerintahan. “satu ibu yang meninggal karna melahirkan, maka isu nya luar biasa, akan mempengaruhi angka harapan hidup, maka akan mempengaruhi indeks pembangunan manusia, maka parameternya juga karna keberhasilan pemerintahan” Hal ini ia sampaikan saat kegiatan Desiminasi Hasil Kajian Audit Maternal Perinatal Tingkat Kabupaten Majene 2019 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene 28 Februari.

Lukman mengatakan, koordinasi kepala PKM, Camat, Lurah dan Kepala Desa perlu dimaksimalkan lagi. Camat harus aktif menginformasikan kepada masyarakat khususnya faktor eksternal yang menyebabkan kasus kematian ibu. “ saat di undang di acara maulid, atau acara lain persoalan ini harus diangkat, harus mencari solusi sehingga angka kematian ibu dan anak bisa di minimalkan.  Ia juga menyarankan agar anggaran desa harus terkoneksi dengan persoalan kesehatan. Tidak hanya membangun rabat beton, karna hal tersebut bisa di kerjakan  oleh Dinas terkait. “  kalau ada orang mati, itu juga persoalan kami, belum masalah stunting ini juga pekerjaan berat semua pihak harus fokus memikirkan ini” ungkap Mantan Wakil Ketua DPRD Majene tersebut.

Plt Dinkes Majene Sudirman mengatakan, selain angka kematian ibu, persoalan  kurangnya  bidan di PKM juga menjadi masalah baru. Baru-baru ini, ada kepala puskesmas yang meminta pindah dari tempat tugasnya sambil menetaskan air mata. “sekarang banyak bidan yang bernafsu pindah kerumah sakit, bayangkan Puskemas Banggae satu saja hanya ada tiga bidan, untuk itu kami akan kita melakukan kajian” kata Sudirman.

Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Audit Maternal Perinatal yang dilaksanakan tersebut,  merupakan upaya dalam mewujudkan penurunan kematiani ibu dan bayi di kabupaten Majene. Untuk itu perlu peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada ibu dan perinatal di tingkat pelayanan dasar, rujukan primer maka dikembangkan konsep audit  meternal – perinat. Audit ini dapat dimanfaatkan untuk mengindentifikasi faktor medik, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh kepada kesakitan dam kematian ibu maupun perinatal.

Acara tersebut di hadiri, Anggota DPRD Majene Barsi Mallilingan, kepala OPD terkait, para Camat, Pejabat Strukturan Dinkes Majene, Kepala PKM , Kepala Desa dan Kelurahan dan perwakilan Organisasi Profesi.

🔥62

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here