Wakil bupati Majene menerima perwakilan Mahasiswa dan ibu – ibu pedagang kaki lima (PKL), setelah sebelumnya  melakukan unjuk rasa di halaman kantor Bupati Majene, jumat 1 Maret 2019. Awalnya Lukman bersama beberapa OPD terkait, menggelar dialog di depan lobi kantor, namun karena sempat terjadi kericuhan, sehingga dialog akhirnya di alihkan ke ruang rapat Sekertaris daerah Majene.

 

Sebelumnya Lukman mengatakan siap untuk memfasilitasi para PKL yang sebelumnya terkena dampak penertiban oleh tim gabungan, (Dishub, Satpol PP dan Polres Majene Termasuk Bapenda, Dinas PMPTSP, Final Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Disperidagkop serta Disperkimtan). Lukman berjanji akan mencari  solusi dan jalan keluar yang tidak menganggu kepentingan PKL. “ rupanya pelaksanaan pentertiban dilapangan tidak sesuai harapan, kami pemerintah kabupaten Majene akan senantiasa menindak lanjuti, Insya Allah kita akan terjun langsung dan ketemu dengan para pedagang” terang Lukman.

Terkait keiginan pedagang yang tetap ingin berjualan diatas drainase/saluran air, Lukman mengatakan akan meninjau kembali dengan berkonsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), pasalnya hal tersebut bersinggungan dengan potensi terjadinya banjir dan lainya.” Hal ini kewajiban Pemerintah untuk memperhatikan, kita akan tinjau kembali akan saya turun langsung di tempatnya ibu (pedagang) dan membuat kesepakatan dan jalan kelur” jelasnya.

Koordinator aksi Abdul Wahab ada tiga hal yang terkait dengan penertiban ini, yang pertama faktor sosiologis, kemudian  kebutuhan untuk menyekolahkan  anaknya dimasa yang akan datang. Selanjutnya di hadapkan pada estetika. “ apakah tidak sosusi untuk tidak  menggusur, kan bisa menata kembali, bagi cat atau membuat kesepakatan bersama, jangan langsung menghilangkan” ungkapnya.

Dialog akhirnya berakhir setelah berjalan kurang lebih satu setengah jam. Perwakilan PKL sepakat untuk memberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah Majene untuk mencari solusi terkait penertiban tersebut.

🔥39

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here