Peresmian Jalan Titian Obyek Wisata Mangrove Rewataa Program Pisew (Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) 2018.

Satu lagi objek wisata yang mengandalkan Mangrove dibuka di Kabupaten Majene. Jalan titian atau Tracking Mangrove Rewataa kecamatan Pamboang yang juga merupakan Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) 2018, secara resmi dibuka oleh Bupati Majene sabtu 2 Maret 2019 yang turut disaksikan beberapa pejabat lainya.

Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Abd. Kadir mengatakan, untuk pembangunan objek wisata Mangrove tersebut menghabiskan anggaran sekira Rp. 600 Juta. Proyek kegiatan tersebut  dalam bentuk padat karya, dengan panjang 152 M’, memiliki empat unit gazebo, luas tanggul 38 M’ x 12 M’  dan pos jaga satu unit.

Pengerjaan dilakukan selama tiga bulan (17 Juli – 17 Oktober 2018), namun sempat molor enam bulan, dikarnakan kurangnya material yang dibutuhkan. Bahan baku kata Abdul Kadir berasal dari Kalimantan dan menggunakan kayu ulin. Selain itu, faktor cuaca karna hujan yg cukup intens membuat proses pengerjaan juga terhambat.

Pihak Balai Permukiman Sulbar yang diwakili oleh PPK Satker PKP  Ir. Fauzan  berterima kasih,  kepada Pemerintah Kabupaten Majene yang telah memberikan dukungan dan pendampingan. “ 80 % anggaran itu semua turun dan terserap ke Kab. Majene” ungkapnya.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyambut baik pembangunan tracking mangrove tersebut. Hal tersebut, sesuai dengan visi misi dari Bupati – Wakil Bupati Majene yaitu Revolusi Pariwisata, yang salah satu tujuanya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pembukaan objek wista tersebut.

Fahmi juga mengusulkan,  jika anggaran Rp 1 Milyar  per kecamatan, dapat dialokasikan sekitar Rp 500 Juta untuk pengembangan Titian Mangrove ini. Atau dapat juga diusulkan melalui DAK Dinas Kebudayaan & Pariwisata. Selain itu, pihak DLHK juga dituntut untuk bisa mengembangkan budidaya mangrove. Apabila lokasi  tersebut sudah menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi,  akan ada konsekwensi, seperti lahan parkir yang cukup luas, sementara yang tersedia saat ini masih sangat terbatas.

Kedepanya ucap Fahmi,  Majene dapat menjadi destinasi wisata yang utama di Sulbar, mengingat potensi wisata bahari yang sangat indah di sepanjang jalan di Kab. Majene.Ia juga berharap, akan ada satu titik disetiap Kecamatan yang menjadi objek wisata yg handal, entah itu wisata bahari, wisata alam, wisata budaya. ”saya sangat bersyukur Alhamdulillah bertambah lagi obyek wisata yg dibangun di Taduang (Rewataa) ini,  semoga dapat dipelihara dengan baik tanpa merusak alam yang sudah ada, yg paling utama adalah tetap menjaga kebersihannya, jngan buang sampah disembarang tempat, apalagi sampai membuang sampah kelaut “ harap Fahmi.

Turut hadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Angg. DPRD, Ka. Bapeda, Kadis. PUPR, Kadis. PMD, Kadis. Pariwisata, Kadis. Kelautan, DLHK, Para Camat se Kab. Majene, Para Kades & Lurah se Kec. Pamboang, Tomas & Toga Pamboang.

🔥618

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here