Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Majene .

Kabupaten Majene masuk dalam 10 besar daerah dengan resiko bencana tertinggi di Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam Renstra BNPB RI, dimana Majene berada di urutan ke delapan dari 10 besar tersebut. Untuk itulah, Majene mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, terkait 44 Kabupaten/Kota yang tertuang dalam penyusunan resiko bencana 2019-2023, yang di serahkan  Maret kemarin. Atas hal tersebut, BNPB Majene merespon dengan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Majene Jumat 5 Juli,  di ruang Wakil Bupati dengan mengundang stakeholder tarkait.

Kepala BPBD Majene Ilhamsyah Dj, juga mengatakan sesuai dengan  Undang-Undang no  24 tahun 2007, maka pemerintah daerah  wajib menyusun rencana penangulangan bencana. Dengan begitu, upaya penanggulangan bencana di kabupaten Majene bisa berjalan baik dan efektif. “ 2019 ini, alhamdulillah BNPB Pusat  telah memfasilitasi 7 kabupaten di Indoensia, termasuk Majene” terangnya saat memberika laporan.

Mantan Staf Ahli Bupati Majene tersebut juga mengatakan,  dalam kajian resiko bencana ada 8 bencana yang berpotensi tinggi terjadi di Majene dari 9 potensi bencana tersebut.  Sementara satu bencana dengan kategori sedang yakni kebarakan rumah dan lahan.

 

Wakil Bupati Majene Lukman yang membuka acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana tersebut, mengatakan   Majene merupakan  kota kecil, dengan penduduk yang tidak banyak. Saat ini Majene juga  fokus dalam penanganan stunting, namun juga  bersemangat dalam penanggulangan bencana. Lukman berharap, kesempatan tersebut bisa dimaksimalkan khususnya tim dari OPD terkait dengan memberikan masukan yang uptodate sesuai dengan bidangnya. “ jangan sampai  data yang dimasukan tidak sesuai yang ada di lapangan, jika salah input maka  outputnya  juga tidak akan  baik, hasil yang eror dengan rancangan yang tidak jelas” terangnya.

Hadir dalam rapat tersebut,  Kadis PUPR  Majene, para Kabid OPD yang terkait penyusunan dokumen, Kepala BMKG Majene, serta Ade Nugraha analisis pengelolaan resiko direktorat PRB BNPB RI selaku narasumber.

 

🔥360

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here