Sosialisasi Potensi Objek Konsolidasi Tanah POKT.

Kabupaten Majene dipilih menjadi salah satu lokasi Potensi Objek Konsolidasi Tanah (POKT) untuk tahun anggaran 2020. Alasannya, Majene sejak beberapa tahun kemarin telah menjalankan program kota tanpa kumuh (KOTAKU) yang hingga 2019 ini menyisahkan 21 hektar yang tersebar di dua kecamatan, yakni  Banggae dan Banggae dan Banggae Timur. Selain itu,  Badan Pertanahan Negara (BPN) Majene menjadi yang terbaik diantara BPN di Sulbar, sehingga Kanwil BPN memberikan reward kepada Pemkab. Majene untuk kegiatan PKOT.

PKOT merupakan kebijakan penataan kembali penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah dan ruang sesuai dengan rencana tata ruang serta usaha penyediaan tanah untuk kepentingan umum dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam. Konsolidasi Tanah Vertikal adalah Konsolidasi tanah yang diselenggarakan untuk pengembangan kawasan dan bangunan yang berorientasi vertikal. Objeknya berupa  tanah negara, tanah hak dan tanah aset .

Bupati Majene Fahmi Massiara sangat menyambut baik program PTOK, termasuk program pajak penghasilan atas perolehan atau penjualan tanah dan atau bangunan (PPHTBO) dan Zonasi Tanah. Ia menjelaskan persoalan tanah sangat sensitif dan memiliki permasalahan yang berfariasi.  Saat ia mengikuti acara di Jakarta, Presiden Jokowi menyampaikan agar tidak lagi menggunakan cara yang lama. Olehnya itu pihak BPN melakukan salah satu langkah strategis terkait masalah tersebut. “kami dari pihak pemerintah daerah  menyambut baik, terkait dengan POKT PPHTB, termasuk  Zonasi Tanah” terang Fahmi.

 

Kepala BPN Majene Agussalim Majene menjelaskan antara program Kotaku dan POKT hampir sama.  Hal tersebut terkait penataan kota pada kawasan kumuh. Selain kawasan kumuh,  konsolidasi tanah juga dititik beratkan pada kawasan kosong, agar kedepannya tidak akan menjadi kawasan kumuh bila telah terbangun.  Untuk itu pihaknya telah  menetapkan lokasi disekitar Sport Centre Majene.” setelah dipelajari  antara program Kotaku dan POKT hampir sama, karna sama-sama menyangkut penataan kota pada kawasan kumuh” ungkap Agussalim.Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Majene atas  dukungan yang sangat maksimal kepada BPN Majene. “ kami juga sudah difasilitasi pembangunan kantor di rangas, kami tetap berharap dukungannya, agar kegiatan kami tetap lancar” pungkasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kanwil. BPN Sulbar (Diwakili Kabid. Pertanahan, Dr. Murad Abdullah, Kadis. PUPR, Sekretaris Bapeda, Perwakilan dari Perkimtan, Camat Banggae, Lurah Rangas  Undangan lainnya.

🔥0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here