Bursa Inovasi Desa Program Inovasi Desa Kabupaten Majene Tahun 2019

Pelaksanaan Bursa Inovasi desa (BOD) 2019 memasuki tahun ketiga dijalankan. Namun dari evaluasi pelaksanaanya, masih banyak desa yang belum menyertakan perencanaan dalam postur APBD Desa  untuk tahun 2018-2019. Desa yang mereplikasi menu inovasinya juga nilai sangat minim.

Padahal, melalui program inovasi desa di harapkan akan memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif sehingga desa akan lebih efektif menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi dalam meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka program Inovasi Desa di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Rabu 31 Juli 2019. Ia kembali menghimbau, demi kepentingan masyarakat, setiap pemerintah desa harus tegas  berkomitmen untuk inovasi desa, dan harus di buktikan melalui penganggaran dana desa melalui perencanaan postur APBDesa. .” Kita semua yang ahdir di Bursa Inovasi Desa 2019 ini menjadi saksi pada wakil-wakil desa jika berkomitmen tolong jangan lari dari komitmen, buktikan” tegas Fahmi.

Fahmi juga mengatakan, Bursa Inovasi Desa menjadi sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, sehingga akan mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan  SDM serta infrastruktur desa.

 

Sementara itu Kepala Dinas PMD Majene Andi Amriana Khaerani menjelasikan program inovasi desa bertumpu pada tiga hal, diantaranya pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan baik pada ranah pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yang di prakarsasi desa melalui BUMD. Kemudian peningkatan kualitas SDM, antara produktivitas perdesaan dengan kualitas sumber daya manusianya, yang di harapkan terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang melalui investasi dibidang pendidikan dan kesehatan dasar. Dan yang ketiga sebut mantan Camat Banggae Timur tersebut pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian desa dan memiliki dampak menguateratkan kohesi sosial masyarakat perdesaan. “ ketiga hal tersebut kesemuanya dominan diarahkan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat desa, Jika ada pembangunan infrastruktur maka seyogyanya untuk mendukung perbaikan ekonomi warga, di harapkan juga untuk menggunakan pola padat karya tunai dimana pelibatan masyarakat setempat menjadi hal wajib pada setiap pekerjaan non fisik minimal mengakomodir 30 % HOK” beber Andi Amriana.

Ia juga berharap bursa Inovasi Desa ini di harapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi kepala desa untuk bersungguh menata dan mengembangkan BUMDES di desa masing-masing.

🔥243

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here