Focus Group Discuccion “ Meretas Dilema Stunting di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat.

Pemerintah Kabupaten Majene saat ini tengah menyusun Basis Data Terpadu sekaitan dengan pravalensi Stunting di Bumi Assamalewuang. Basis data terpadu akan menjadi rujukan dari setiap upaya penanganan Stanting, sehingga di Majene tidak adalagi anak ataupun keluarganya yang tidak mendapatkan intervensi penaganan Stunting di lintas sektoral.Wakil Bupati Majene Lukman mengatakan saat ini merupakan masa transisi penyusunan basis data terpadu stunting, ia berharap agar setiap keluarga Stunting bisa di upayakan dan direkomendasikan oleh Dinas Sosial untuk masuk dalam program keluarga harapan (PKH). “ sesuai penilitian dari Unsubar, para penderita Stunting sangat rentang dengan kemiskinan, kita harap Dinsos bisa memperjuangkan semua KK  Stunting masuk dalam PKH” Ungkap Lukman saat memimpin Focus Group Discuccion (FGD) Senin 9 September 2019 di ruang rapat Bapeda Majene. FGD tersebut mengangkat tema Dilema Stunting di Kabupaten Majene Provinsi Sulbar yang  menghadirkan Dekan fakultas Ekonomi Unsulbar Mujirimin M Yamin, SE,M.S.

Ia juga berharap, segera Dinas Kesehatan merampungkan data penderita Stunting di Majene untuk segera di serahkan kepada Dinas Sosial untuk dimasukan dalam rekomendasi usulan PKH Majene ke Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Sosial Majene Ahmadiayah yang juga hadir mengungkapkan, ada 7 indikator yang menjadi penilaian Kementrian Sosial RI untuk di akomodir dalam  PKH. “ kita cuma bisa mengusulkan saja, karna ada tujuh indikator tadi, nanti pusat yang menentukan “ ungkapnya.

Kepala Bapeda Majene A. Adlina Basharoe semua desa akan mendapat intervensi pemerintah baik itu dari Kementrian dan Lembaga. Dalam waktu dekat akan ada program pemberian Vitamin Angel yang juga bekerjasama dengan pihak FKM Unhas. “ ada 24 ribu botol yang kita siap bagikan dan kita akan launching bersama dengan UNHAS “ terangnya.

Untuk program penanganan pencegahan Stunting telah banyak di lakukan oleh pemerintah. dr Rahmat Malik Kepala Dinas Kesehatan Majene menyebutkan salah satunya, yakni pemberian tablet penambah darah, baik itu usia remaja dan usia subur, pasalnya salah satu dampak dari anemia juga mengarah ke Stunting. Selain itu program pemberian asi ekslusif, dan melibatkan pihak kepolisian untuk pembinaan masyarakat agar terlibat dalam kegiatan Posyandu.” Jadi sudah banyak inovasi yang dilakukan “ sebut mantan Direktur RSUD Majene.

 

🔥41

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here