Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) 17 September 2019 Tingkat kabupaten Majene kembali dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Majene. Seperti biasa beberapa agenda penting menjadi muatan dari rutinitas wajib ASN tersebut. Seperti penyerahan beberapa bantuan sarana dan prasarana di beberapa OPD yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Majene Fahmi Massiara, diantaranya :

  • Penyerahan satu unit Eskavator HS.210.2 oleh Pemerintah Kabupaten Majene kepada Dinas PUPR Majene.

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemda membeli eskavator di tahun ini. Alat berat tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2019, yakni  Rp 1 Milyar 500 Juta.

 

  • Penyerahan Motor Perlindungan Anak (Torlin) Oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Majene.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyerahkan Motor Perlindungan Anak (torlin) kepada Dinas Pemderdayaan Perempuan dan Perlindungan anak kabupaten Majene. Bantuan tersebut berasal dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI. Torlin merupakan kendaraan operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi unit pelaksana teknis. Torlin juga sebagai alat transportasi dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan, menjemput dan mengantar, mempercepat pelayanan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, utamanya yang ada di desa-desa yang tidak dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat.

 

  • Penyerahan Kartu Asuransi Nelayan

Sebanyak tiga orang nelayan mendapatan kartu asuransi nelayan. Mereka diantaranya Jasuli warga Lingkungan Pa’leo Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae, Tamsil warga Lingkungan Rangas Pa’besoang Keluarahan Rangas Kecamatan Banggae dan Mariasan warga lingkungan Passarang Selatan Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae. Bantuan premi asuransi bagi nelayan dimaksudkan untuk memberikan perlindungan bagi individu nelayan dalam rangka keberlangsungan kegiatan usaha penangkapan ikan dan kelangsungan hidup keluarga tertanggung. Saat ini jumlah nelayan yang telah menjadi peserta bantuan premi asuransi nelayan di Majene tahun 2019 sebanyak 800 nelayan yang tersebar di delapan kecamatan dari 400 kuota yang diberikan oleh kementrian kelautan dan perikanan.

Dengan nilai asuransi mencakup, kecelakaan saat melakukan aktifitas penagkapan ikan, Kematian mendapatkan Rp 200 Juta, cacat tetap Rp 100 juta (maksimal), biaya pengobatan Rp 20 juta (maksimal), resiko akibat kecelakaan pada saat melakukan aktifitas selain penangkapan ikan yakni kematian Rp. 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta (maksimal) dan biaya pengobatan Rp. 20 Juta (Maksimal) dan kematian alami Rp. 2 Juta.

🔥60

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here