Ketersediaan pangan dan harga kebutuhan pokok menjadi hal yang urgen disetiap hari-hari besar ataupun keagaamaan. Jelang Natal 2019 dan Tahun baru 2020 yang menyisahkan beberapa pekan kedepan, stok ketersediaan pangan dan harga masih cenderung stabil. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Majene Hasdinar Asri mengatakan, tidak seperti hari – hari besar lainya untuk Natal dan Tahun Baru harga kebutuhan pokok tidak begitu signifikan melonjak. Pasalnya, Natal hanya di rayakan ole ummat kristen yang minoritas di Majene.  Mantan Sekertaris DPRD Majene ini juga merinci, per 2 Desember kemarin, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti, ayam potong dari Rp.55.Ribu/Ekor, menjadi Rp.60 Ribu / Ekor, Ayam Kampung dari Rp.60.000/Ekor menjadi Rp.65.000/Ekor. Selain itu telur ayam ras juga mengalami kenaikan menjadi Rp.24 Ribu/Kilo, hal tersebut masih dinilai wajar mengingat saat ini, masih dalam semarak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski demikian ada juga penurunan harga di beberapa komoditas, seperti cabe merah dan tomat. Jika biasanya mencapai Rp.12 ribu/ Kilo kini menjadi Rp.10 ribu/kilo,  Ikan tuna dari Rp.35 Ribu menjadi Rp. 30 ribu. “memang natal dan tahun baru kondisinya tidak sama saat  puasa dan lebaran” ungakap Hasdinar saat rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Kabupaten Majene Selasa 3 Desember, di ruang rapat Wakil Bupati Majene.

 

Kepala BPS Majene Syihabuddin  mengatakan,  inflasi lebih banyak disumbang oleh komoditas ikan segar. Menghadapi Natal dan Tahun Baru, terutama Maulid yang hingga 3 bulan,  inflasi mungkin saja terjadi bulan Desember hingga awal Januari. Ia mengingatkan untuk mengantisipasi lonjakan harga pada sektor Bawang putih dan merah mengingat cukup banyak permintaan dari masyarakat.

Untuk ketersediaan beras, Perum Bulog juga menjelaskan posisi stock saat ini dikisaran 9400 ton, dimana kebutuhan Majene sekira 300 ton. Stok tersebut dianggap mencukupi paling tidak hingga awal Januari.

Mendapat Laporan tersebut Buparti Majene Fghmi Massiara meminta agar OPD terkait, mengintervensi melalui programnya. Ia memperediksi, panen bawang putih dan merah akan menyebrang ke tahun depan (2020), sesuai peralihan cuaca panas dan ke musim hujan.

Rizki Perwakilan dari BI Provinsi Sulawesi Barat juga mengatakan, kondisi cuaca musim hujan baru 16 persen termasuk Majene. Sehingga cukup menghawatirkan, karna banyak petani mengeluhkan tidak ada hujan sementara kemampuan penyiraman air juga terbatas . Untuk itu ia mengingatkan tekanan inflasi di sektor bawang merah, bahkan setelah  panen tetap membutuhkan perhatian agar harga dipasaran tidak jatuh.

Selain membahas ketersediaan pangan, beberapa isu penting juga menjadi perhatian bersama, terkait penggunaan gas bersubsidi 3 kilogram dan kelangkaan BBM.

HLM dipandu oleh Andi Adlina Kepala Bapeda Selaku Ketua Tim Sekretariat TPID Majene, mereka yang hadir diantaranya  para Kepala OPD terkait,  Kepala BPS Majene, Kepala BMKG Majene, perwakilan Kapolres Majene, perwakilan Dandim 1401 Majene, Kepala Bulog Cabang Polewali, Kepala Gudang Bulog Majene, Kepala UPTD Pasar dan undangan lainnya.

 

🔥26

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here