Rapat Koordinasi Covid 19 dan Kebijkan Pemerintah Pusat Tatanan Baru / ” New Normal ” .

Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene kembali menggelar rapat Koordinasi Selasa 2 Juni malam di ruang pola kantor Bupati Majene. Selain membicarakan evaluasi pencegahan penyebaran covid 19, juga dibahas kebijakan pemerintah pusat terkait tatanan baru atau new normal. Rapat tersebut dihadiri Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 1401, Pj Sekda Majene, Kepala Kemenag Majene, pimpinan OPD, para Camat, Kapus dan undangan lainnya.

Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan dua bulan terakhir, persoalan covid 19 telah menyita perhatian dan menjadi fokus utama pemkab Majene. Paradigma baru perlu dibangun dengan baik khusunya kebijakan new normal yang digagas pemerintah pusat kedepan. Terkait penaganan covid 19 di Majene telah berjalan maksimal. Ia sangat mengapresiasi semua tim yang terlibat, karna begitu antusias. Mulai dari penjagaan di perbatasan, kebijakan medis disetiap tingkatan, peran seluruh elemen masyarakat hingga upaya merecofusing anggaran untuk beberapa program.

Untuk itu ada langkah langkah yang harus di ubah dan alihkan melihat situasi yang sama. Seperti dengan mencabut penjagaan di perbasan seperti Majene Mamuju dan Majene Polman. Pertimbanganya, setelah dievaluasi pasien covid yang ketahuan bukan yang tertangkap basah, namun orang orang yang telah berhasil masuk lalu menetap dan setelah dua puluh hari baru diketahui. Meski demikian pemkab Majene tetap mengapresiasi upaya keras tim di perbatasan, dan menyongsong new normal ini maka kebijakan penanganan akan semakin di perkuat disetiap tingkatan semua bertanggung jawab pintu terkahir mulai dari kecamatan, kelurahan, desa hingga dusun. “ jika telah siap tinggal menunggu waktu penjagaan perbatasan akan di cabut” ia menambahkan Rapat tersebut masih akanmenampung setiap masukan khususnya langkah penerapan konsep new normal, setelah itu akan di desain dan action.

Wakil Bupati Majene Lukman juga mengatakan, saat ini Pemkab Majene hanya merubah strategi, ibaratnya dalam sepakbola posisi nya bukan lagi menyerang tapi memperkuat petahanan. Senada dengan bupati, pembatasan warga akan dilakukan hingga ke tingkat desa, termasuk membuka kembali aktivitas rumah ibadah, cafe dan resto sesuai dengan protokol kesehatan. Hal tersebut juga di dukung oleh Dir RSUD Majene dr Yuppi Handayani. Ia menyebutkan tidak ada masalah berkaitan dengan penerapan new normal, asalkan sesuai dengan protokol kesehatan dengan memutus mata rantai . “ misalanya masjid dipersilahkan di buka kembali asal jaga jarak , mengukur suhu sebelum masuk adacuci tangan pakai sabun “ ucapnya.

Apalagi telah ada keputusan dari KementerianAgama RI terkait pemembukaan sarana-sarana ibadah. Kepala Kemenag Majene Adnan Nota mengusulkan jika kebijakan tersebut akan segera dilakukan maka setiap masjid harus memiliki petugas yang akan bertanggung jawab menjalankan protab covid 19. Ketika persyaratan itu terpenuhi akan di edarkan surat. “ Setelah masing-masing masjid memenuhi syarat maka tim satgas boleh memberi label masjid tersebut aman digunkan beribadah” ucapnya.

Selain menampung seluruh masukan dari tim gugus tugas, kapolres Majene juga memaparkan terkait konsep new normal baik ditempat ibadah, pusat ekonomi dan lainnya.

 

🔥258

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here