Pemerintah Kabupaten Majene dan Pemkab Blitar menemui kata sepakat, untuk kerjasama perdagangan jagung oleh petani Majene dalam memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Kerja sama perdagangan antar wilayah tersebut,di bicarakan saat pemerintah Kabupaten Majene melakukan koordinasi antar TPID di kabupaten Blitar 25 September kemarin.

Kerjasama tersebut dinilai sangat strategis, mengingat masing-masing daerah diberikan kesempatan memaksimalkan potensi yang ada diwilayahnya, sekaligus menutupi kelemahan pasar yanga ada. Dalam hal ini peternak ayam petelur di Blitar dapat memperoleh pasokan jagung untuk pakan ternak karena sulitnya memperoleh jagung impor, dan di sisi lain petani jagung di Majene juga memperoleh pasar untuk distribusi jagung yang jelas.

Wakil Bupati Majene Lukman, bersyukur dan menyambut baik  kerjasama tersebut, ia mengharapkan MoU  bisa segara terwujud, agar petani di Majene bisa lebih sejahtera serta peternak di Blitar juga  semakin sejahtera. “ kita masih harus membicarakan terkait kesiapan kelembagaan, teknis pengirimanya, alur kerjasamanya, kedepan kami juga berharap untuk kerja sama lain, seperti ternak kambing etawwa dan komoditas holtikultura bawang merah “ sebut Lukman.

Di kutip dari Surabaya.bisnis.com, Sekretaris Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar Rofi Yasifun mengatakan kebutuhan jagung untuk pakan ayam petelur  mencapai 1.000-1.500 ton/hari. Jika dapat dipenuhi petani jagung Sulawesi Barat khususnya Majene, maka peternak bisa tenang menjalankan usahanya karena ada kepastian dalam pemenuhan pasokan jagung. Dalam kerja sama tersebut, dia yakinkan, peternak dan petani saling diuntungkan. Karena itulah, kerja sama tersebut idealnya mengacu pada Permendag No 58 tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan di Konsumen. Mengacu Permendag tersebut, jagung dengan kadar air 15% ditetapkan Rp3.150/kg, sedangkan harga acuan di konsumen Rp4.000/kg.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kab. Majene Burhan turut menjelaskan produksi jagung di Majene bisa mencapai 30.000 ton/tahun. Produksi sebesar itu panen satu kali dalam setahun dengan produktifitas lahan 4,3 ton/hektare. Dengan begitu, produksi bisa ditingkatkan dengan panen bisa ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun. Produktivitas lahan juga bisa diintensifkan menjadi 8 ton/hektare. Luas lahan juga bisa diperluas jadi 22.000 hektare, sedangkan saat ini masih 10.000 hektare.

Rombongan TPID Sulbar dan Majene juga melakukan kunjungan ke  Koperasi Putra Blitar (peternak ayam petelur), di tempat tersebut mereka melihat produksi ayam ras khususnya pengepakan sebelum distribusi kepasar.

  

🔥424

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here